“WORKSHOP PENINGKATAN MUTU DOSEN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL” KERJASAMA KEMENRISTEKDIKTI DENGAN LPPM UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR

“WORKSHOP PENINGKATAN MUTU DOSEN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL”  KERJASAMA KEMENRISTEKDIKTI DENGAN LPPM UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR

“WORKSHOP PENINGKATAN MUTU DOSEN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL” KERJASAMA KEMENRISTEKDIKTI DENGAN LPPM UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT. suatu kebanggan bagi kami karena untuk kedua kalinya mengemban tugas sebagai Panitia Pelaksana Kegiatan yang diprakarsai oleh Kemristekdikti. Sebelumnya, LPPM UNIDA dipercayai Kemenristekdikti untuk menjadi Panitia Pelaksana pada acara ”Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah pada Open Journal System (OJS)”.

Pada kesempatan ini kami dipercayai kembali untuk mengadakan Kegiatan “Workshop Peningkatan Mutu Dosen dalam Penyusunan Proposal” kerjasama Kemenristekdikti dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Djuanda (LPPM UNIDA) di Hotel The Mirah Bogor, 14-15 April 2016, yang dibuka oleh Rektor Universitas Djuanda Bogor, Dr. H. Martin Roestamy SH., MH. dan Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, dilanjutkan dengan kegiatan Pemahaman Penelitian dan Diskusi/Bedah Proposal untuk para peserta.

Kegiatan ini dihadiri oleh 4 orang Narasumber yang kompeten dalam bidangnya masing-masing, 85 dosen/peneliti dari 48 perguruan tinggi yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan Jabar, dan 19 orang dari Panitia Pelaksana baik berasal dari Kemenristekdikti maupun Universitas Djuanda Bogor.

Kegiatan “Workshop Peningkatan Mutu Dosen dalam Penyusunan Proposal” ini dilaksanakan mulai  pukul 19.30 s.d. 24.00 WIB yang dibagi menjadi 3 kelompok:

  1. Kelompok I: Skim Penelitian Dosen Pemula dengan jumlah 39 peserta;
  2. Kelompok II: Skim Fundamental dan Stranas berjumlah 16 peserta,
  3. Kelompok III: Skim Hibah Bersaing berjumlah 24 peserta.

Para peserta sangat antusias bahkan berbagai macam pertanyaan dan persoalan mereka ajukan pada masing-masing Narasumber. Hal ini justru membuat para Narasumber lebih bersemangat lagi untuk membantu para dosen/peneliti dalam menyusun proposal.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Walaupun kami telah dikuliti habis-habisan oleh Reviewers justru menimbulkan kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat dalam penyusunan Proposal sehingga kami harus lebih banyak sharing dengan teman-teman” kata Bapak Mizki, salah satu peserta workshop. “Semoga Ristekdikti bisa melebarkan kegiatan ke daerah-daerah. Sekali lagi kami sebagai peserta merasa terpuaskan atas kegiatan ini. Selamat kepada seluruh Panitia Pelaksana, Narasumber dan peserta dengan harapan dapat berkumpul kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat” tambahnya lagi. (Kumbang/Muslim)

 

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar